Dinamic Berita - Mahasiswi cantik tewas Overdosis di diskotik Yanglim Plaza jalan Emas kecamatan Medan Area pada senin tanggal 13 Maret 2017 jam 23.00 WIB mendadak menjadi heboh. ada seorang cewek cantik yang bernama Amelia 22 tahun kejang - kejang diKTV X05, kejadian ini di duga overdosis obat atau memakai narkoba.
Dari hasil jawaban dari salah satu teman korban amelia menjelaskan bahwa akibat Overdosis Obat di dalam tempat tersebut dan selanjutnya melihat korban yang sedang kejang - kejang kemudian di bantu petugas keamanan X3 dengan menggunakan ambulan membawanya ke RS Bunda Thamrin untuk di berikan perawatan pertama.
Informasi yang di-dapat di lapangan, korban kejang-kejang karena mengkonsumsi narkoba jenis pil ekstasi yang dibeli seharga Rp 300 ribu di area dalam Diskotik X3. Kapolsek Medan Area Kompol M Arifin, menuturkan belum mengetahui laporan adanya pengunjung X3 yang mengalami overdosis karena mengkonsumsi narkoba. “Belum tahu saya. Sabar ya nanti saya cek. Nanti saya tanyakan Humasnya bernama Edi,” tuturnya.
Khasus ini dikarenakan adanya peredaran narkoba di dalam area Diskotik X3 tersebut. Arifin mengaku akan terus menyelidiknya apabila adanya peredaran narkoba maka akan di lakukan tindakan tegas terhadap pengelola diskotik X3.Dari tadi sudah ditanyai masalah itu, memang engak ada,” kata Yanto. Yanto mengaku, sampai hari ini Selasa 14 maret, tak ada kejadian di lokasi karaokenya. Tewas Di KTV Equator Sementara itu, seorang mahasiswi, Eka Rasya Puspita (25) mendadak tewas saat sedang karaoke bersama teman-temanya di KTV 2 Equator di Hotel Soechi, Jalan Cirebon, Pasar Baru, Medan Kota, Minggu 12 Maret kemarin. Agen Bola Terbaik
Senin siang, menyebutkan tewasnya wanita asal Tanjungbalai tersebut diketahui setelah teman-temannya meminta bantuan kepada manajemen KTV, karena korban mengalami sesak nafas. Berawal dari informasi itu, pihak manajemen mendatangi Tempat Kejadiaan Perkara (TKP) dan mendapati korban dengan kondisi kejang-kejang. Melihat itu, pihak manajemen dibantu teman-teman korban langsung mengevakuasi korban ke RS Permata Bunda, Jalan SM Raja, Medan, guna mendapat perawatan itensif. Namun sayang, Tuhan berkata lain.
Tak lama di rumah sakit, pihak dokter pun menyatakan nyawa korban tak mampu tertolong alias tewas. “Begitu ceritanya bang, tidak tahu karena apa. Tapi intinya, dia mengalami sesak nafas,” kata seorang manajemen KTV yang enggan menyebutkan namanya saat ditanya wartawan. Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu Budi Simanjuntak membenarkan peristiwa tewasnya korban tersebut. Katanya lagi, setelah dilakukan penyelidikan, korban dinyatakan tewas karena sesak nafas dan bukan karena mengkonsumsi obat-obatan terlarang seperti inex dan lain-lain.






0 comments:
Post a Comment