Thursday, February 23, 2017

Pengendara Grabcar menjadi Korban Akibat Bentor Gojek Kisruh di Medan.


Dinamic Berita - Sumatra Utara telah terjadi konflik terkait angkutan umum di kota medan tak hanya itu di antaranya penarik  becak bermotor dan pengendara Gojek menjadi merembery ke driver Grab - car.

Seorang pengendara Grab-Car yang bernama Frans kie telah menjadi korban kekerasan di Plaza Medan Fair Oleh sejumlah orang di duga para penarik bentor di sumatra utara medan pada hari Rabu,22 Februari 2017.

Pada saat itu korban sedang menjemput penumpangnya dengan mengendarai Toyota Avanza warna Putih, Kapolsek Medan Baru Kompol Ronni Bonic menegaskan bahwa konfik ini terjadi akibat saling merebut penumpang, saat itu Korban sedang keluar dari areal parkir,Tiba - tiba para pelaku langsung menghalangi laju kendaraan sang korban.kemudian  korban mengalami luka -luka.

Polisi lansung turun ketempat kejadian perkara seletelah  mendapat laporan ,dan menanyai beberapa  saksi di tkp kemudian mengamati rekaman CCTV,Pihak korban  membawah beberao  orang ke kantor polisi untuk melaporkan dugaan penganiayaan.

kasus ini terjadi akibat Konflik antara penarik bentor dan transportasi berbasis aplikasi online Kabid Humas Polda Sumut kombes di Rina Sari Ginting Mengatakan,Peran Proaktif pemerintah sangat di butuhkan  sekali.

Dari masing - masing pihak yang berseteru harus saling melengkapi izin dari pemerintah segera merespons.

Konflik ini semakin meluas di banyak pihak karena itu  janganlah sampai masyarakat umum merasakan imbasnya dari persoalan yang terjadi di medan sumatra utara .

Akibat konflik itu  Masyarakat menjadi tidak nyaman  untuk beraktivitas karena bentrok antara kelompok - kelompok ini masyarakat mendadi tidak aman karena adanya  pelanggaran hukum.

Ratusan penarik bentor melakukan Ujuk rasa di kota medan,dan ratusan pengendara gojek juga menggelar sweeping atau razia kawasan jalan Stasiun.tepatnya di Stasiun Besar kereta Api medan sumatra Utara.

Dalam razia oleh ratusan pengendara GoJek, sempat terjadi perselisihan. Akibatnya, para pengendara GoJek nyaris bentrok dengan para penarik bentor.

Seorang pengendara GoJek bernama Taufik mengatakan, sweeping yang dilakukan mereka terkait adanya informasi yang beredar di grup WhatsApp tentang kekerasan terhadap rekan mereka. Info menyebutkan, rekan mereka diberhentikan lalu dihajar dan kemudian helmnya dirusak.

Saat berada di depan Stasiun Besar Kereta Api Medan, ratusan pengendara GoJek langsung menghampiri para penarik bentor yang sedang mangkal untuk mempertanyakan kebenaran info tersebut. Merasa tidak senang, para penarik bentor protes. Dalam protes itu, satu bentor diduga dirusak massa.

Melihat kericuhan, petugas kepolisian yang berada di lokasi sempat turun tangan menenangkan kedua kubu. Namun, kehadiran polisi tidak dianggap oleh kedua kubu, sehingga penarik bentor dan pengendara GoJek nyaris bentrok.

Kehadiran layanan transportasi berbasis aplikasi menimbulkan keresahan di kalangan penarik bentor di Kota Medan. Sebagai bentuk penolakan, ratusan penarik bentor berunjuk rasa di Kantor Wali Kota Medan, Jalan Maulana Lubis.

Dalam unjuk rasa, ratusan penarik bentor yang tergabung dalam Solidaritas Angkutan dan Transportasi Umum (SATU) mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Medan menghentikan operasional transportasi online, karena dianggap sebagai pemicu berkurangnya pendapatan mereka.


0 comments:

Post a Comment